Jangan Nyusul Dulu

by M Affan Hanif

Siang itu, rentetan tetes air jatuh membasahi siapa saja yang ada di bawahnya. Hujan. Mungkin bagi sebagian orang yang sedang berkumpul itu mengganggu. Kehadiran hujan tidak mengurangi kebahagiaan yang ada di perkumpulan orang tersebut. Hidangan yang tersaji terlihat sangat lezat. Dan memang lezat. Hidangan itu menunjang acara yang diselimuti kebahagiaan itu. Ini adalah pernikahan Zaki, kakak kelasku ketika SD sampai Kuliah, walaupun beda jurusan.

Setelah satu jam lebih mengendarai, lebih tepatnya menumpang, aku dan temanku memarkir motor di sebuah parkiran masjid. Masjidnya tidak terlalu besar. Biasa saja. Namun, tempat di samping masjid tersebut menyebarkan aura kebahagiaan. Tempat  yang mungkin awalnya kosong itu disulap menjadi sebuah tempat pesta pernikahan sederhana. Banyak orang berlalu lalang. Ada yang mengantre untuk salam salaman ke pengantin, ada yang mengantre mengambil hidangan, ada juga juru kamera yang siap mengambil foto siapapun.

“Oke, kita sholat dzuhur dulu aja.” Kataku pada Risko.

“Siplah.” Jawab Risko.

Aku langsung mengambil air wudhu dan segera sholat dzuhur. Seusai sholat dzuhur, aku tak lupa bersapa kepada teman lama yang juga hadir di pernikahan itu. Sejurus kemudian aku dan Risko menuju ke panggung pelaminan untuk bersalaman kepada mempelai.

“Barakallah ya bro..” kataku kepada Zaki sambil bersalaman dan berpelukan.

Matur nuwun yoo” jawab Zaki. Lalu dilanjutkan oleh sang istri.

“Terima kasih ya…” kata Bu Muti kepadaku. Sambil tersenyum mengangguk.

“Ooh ini Affan yaa.. Anaknya Pak Ispranoto ini.” Kata Pak Wiranto sambil bersalaman denganku. Tentu  sambil memberi tahu istrinya. “Kok udah  kurusan?” lanjut beliau.

“Wah, belum kurus ini.” Jawabku sambil tertawa.

“Bentar, bentar, wah iya, kurang ini.” Kata Pak Wiranto sambil melihat perutku. “sudah makan belum?” tanya beliau.

“Belum,  ini baru sampai.” Jawabku.

“Doain Affan, Pak, semoga cepet nyusul Zaki juga.” Kata Risko.

“Jangan nyusul dulu, Fan. Jangan dulu.” Balas Pak Wiranto sambil melambaikan tangan kepadaku. Akupun menuruni panggung dengan tertawa diikuti Risko yang juga sambil tertawa. Dan tentu langsung menuju hidangan yang sudah disajikan

Sukoharjo, 1 Februari 2017

Advertisements
This entry was posted in Affan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s