Sebuah Tanya untuk Yang Jauh

by Aprily Anggia CS

“Kita tidak akan berpisah, selagi kita masih saling mendoakan…” begitu bujukmu pada seorang kawan yang hendak kau tinggal pergi sejenak. Namun, aku termasuk yang menyimak hal itu.

Lantas, terbersit tanya padaku, “apakah kau masih menyempatkan bait-bait doamu melayang padaku?” gumamku di suatu malam.

Namun, hatiku menyangkal, “coba lihat dirimu dulu! Masihkah bait-bait doamu kau sempatkan menyelip namanya, nama-nama mereka di sana?” lalu aku terpekur, malu…

Apalah berhak jiwa minta dilihat, padahal menaruh hati pada diri sendiri pun tak becus.

Apalah berhak jiwa meminta hati, sedangkan tak rampung jua hati diri ini berbenah.

Kini, saatnya berdiam-diam…

Bukankah kau ingin menikmati rindumu pada langit? Berduaan saja?

Bukankah kau ingin mendekap tanah dan menikmati satu-dua nama kau sebut-sebut di rangkai doamu?

Rabu, 11 Januari 2017
23.49 menjelang ujian ganda esok pagi

Advertisements
This entry was posted in Anggi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s