Terlena Dunia

by Khaerun Nisa

Cahaya di ufuk barat terlalu sederhana untuk membuatku melupakan setumpuk derita dalam hati. Aku butuh sesuatu yang lebih indah dari sekedar canda tawa. Aku butuh yang lebih kuat dari sekedat tekad. Aku butuh yang lebih cepat dari waktu. aku butuh sebuah pembelaan kenapa aku harus. aku butuh seseorang mengenalkanku makna hidup. Karena sudah terlalu lama langkah berjalan tanpa denah, mulut bersua tanpa doa, akal berpikir tanpa setir, hingga arah hidupku tak memiliki tempat dituju.

Terlalu lama warna pelangi hitam dalam hidupku. Bahkan seringkali matahari terik bagai hujan deras dalam kisahku. Aku yang dirundung sepi, keramaian pasarpun tak memperdengarkan suara yang membuatku tertarik. Bukan banjir bandang yang menerjang. Bukan pula batu besar yang mengahadang. Angin topan pun bukan alasan kapal hidupku berlayar jauh dari rotasinya. Tapi memang kapalku berlayar otomatis, semakin jauh dari jalur dengan harapan harta karun emas bisa ditemukan.

Tulisan Lama

Advertisements
This entry was posted in Nisa. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s