Penghujung Januari

by Sumaiyah

Di penghujung januari aku menemukanmu. Sebuah mata air yang mengalirkan kehidupan di sekitarnya. Yang menumbuhkan harapan baru dari keputusasaan. Yang memancarkan cahaya kehidupan atas redupnya tikungan sebuah impian. Yang mengalirkan energi positif dari setiap jejak cucuran mata airnya.

Di penghujung januari aku menemukanmu. Sebuah kata pasrah dan ikhlas. Pasrah akan ketentuannya setelah berulang-ulang kali menerima coretan.  Setiap coretan senja yang tak jarang mengundang air mata. Memang tak ada kata lebih indah selain ikhlas. Menerima senja yang kini bermetamorfosa menjadi langit. Yang harus kita yakini, bahwa esok pasti senja kan datang lagi membawa sekian banyak coretan yang membuatmu menjadi lebih tangguh. Tak perlu kau ditangisi. Lagi.

Di penghujung januari aku menemukanmu. Sebuah kepastian yang menggenapkan impian. Yang meskipun ia mundur satu bulan. Tak apa. Darinya aku belajar menunggu, seperti aku padamu. Aku, menunggu kamu untuk menggenapkanku.

Di malam penghujung januari aku ditemani hujan dan gelap. Basah kuyup sambil menyusuri gelapnya jalan menuju persinggahan. Sendiri, tanpa ditemani oleh orang yang dikenal. Darinya, aku belajar bahwa setiap kesusahan pasti ada kemudahan. Bahwa (pasti) Allah akan wujudkan doa-doa kita. Entah itu dalam waktu dekat ataupun lama bahkan bisa jadi Allah wujudkan untuk saudara kita. Dan darinya, aku belajar mandiri sebelum bersamamu.


Bismillah, semoga tetap tangguh sampai Sidang Komprehensif, yah.

01 Februari 2017

Advertisements
This entry was posted in Maiya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s