Fatherhood

by Irma Yulistiani

Pernah mendengar kisah Nabi Yaqub a.s dengan anaknya, Nabi Yusuf a.s?

“Dan ketika kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir), ayah mereka berkata, ‘Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)”-QS. Yusuf : 93-

Begitulah perkataan Nabi Yaqub a.s kepada keluarganya tentang Nabi Yusuf a.s yang diabadikan dalam Al Quran. Meskipun jarak dan waktu telah membentang begitu jauh dan lama memisahkan antara Nabi Yaqub a.s dan Nabi Yusuf a.s, Nabi Yaqub a.s masih mengingat bau Nabi yusuf a.s. Mengapa hal ini dapat terjadi? Ini karena kedekatan yang terjalin diantara Nabi Yaqub a.s dengan Nabi Yusuf a.s. Nabi Yaqub a.s telah berhasil membangun bonding yang kuat dengan Nabi Yusuf a.s.

Belajar dari kisah Nabi Yaqub a.s dan Nabi Yusuf a.s., menyadarkan kita kepada pemahaman pentingnya peran seorang ayah dalam tumbuh kembang anak-anaknya. Q.S Yusuf menceritakan perjalanan hidup Nabi Yusuf a.s yang penuh dengan ujian. Akan tetapi, di bagian akhir ayat surah tersebut juga menceritakan keberhasilan Nabi Yusuf a.s menjadi seorang raja. Tentunya, hal tersebut tidak didapat begitu saja, keberhasilan yang diraih Nabi Yusuf a.s tak terlepas dari peran serta Nabi Yaqub a.s saat mendidiknya. Di sana peran ayah bermain.

Berbagai penelitian membuktikan bahwa ikatan emosional yang berhasil dibangun antara seorang ayah dan anak, menunjukkan bahwa anak memiliki kecerdasan emosional yang dapat berpengaruh terhadap keberhasilannya di masa depan. Penelitian Ilmu Psikologi menemukan bahwa peran ayah sangat besar dalam pertumbuhan anak perempuan. Kedekatan dengan sang ayah menjadi sisi pengaman anak perempuan agar tidak mudah terjebak dalam seks pranikah. Seorang anak perempuan membutuhkan figur seorang pria yang mengasihi pada masa pertumbuhannya, dan kehadiran ayah di masa tumbuh kembangnya inilah yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Ayah seringkali dipandang hanya sebagai pencari nafkah dalam keluarga. Perlu digaris bawahi, peran seorang ayah lebih dari sekedar pemegang peran ekonomi. Kerana peran seorang ayah terhadap tumbuh kembang anak seringkali dianggap nomor dua oleh sebagian besar masyarakat, sehingga pada akhirnya anak-anak kehilangan sosok ayah dalam kehidupan mereka. Padahal, kedekatan dengan orang tua adalah pondasi penting bagi tumbung kembang anak, pembentukan karakter anak dan akan memengaruhi kecerdasan anak.

Teruntuk para dan calon ayah. Mainkan peranmu sebagai sejatinya seorang Ayah. Memberikan kasih sayang, pengajaran dan keteladanan seperti Ibrahim a.s kepada Ismail a.s, Yaqub a.s kepada putra-putranya, dan Rasulullah Muhammad SAW kepada cucunya Hasan dan Husein.

Sumber : Renungan, Inspirasi dari Seorang Ayah, Mata Kuliah

Advertisements
This entry was posted in Irma. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s