Setogok Lampu

by Putri Nur Azizah

Berlatarkan rintik hujan dan remangnya senja, seorang gadis kecil dengan cakap meraih lampu mungil di atas meja. Sebelah tangannya kemudian menggapai korek api tepat di sebelahnya. Berhati-hati, gadis itu membuka kaca penutup lalu menyulut sumbu lampu tersebut. Berhasil, lampu togok-nya menyala.

Gadis itu kemudian meletakkan kaca lampu ke posisi awal, mencoba melindungi sumbunya dari gangguan angin nakal. Namun seketika dia heran karena kamarnya kembali meremang, menyisakan setitik cahaya saja tepat di lubang sumbu. Cahaya lampu terkurung, pikirnya.

“Ibu.. Ibu.. Kenapa lampunya tidak terang, Bu?”

Gadis itu akhirnya memanggil sang ibu, sembari terus mencari tau penyebab kenapa cahaya lampunya tidak menyebar seperti biasa. Minyaknya masih banyak, ah! Sumbunya masih panjang. Apinya masih panas, aw! Ia berteriak saat menyadari jemarinya ternyata memanas. Sang ibu datang dan tersenyum melihat kelakukan putri kecilnya.

Dengan sigap, ibu mengecilkan sumbu lampu, mengambil kain lap, lalu  perlahan membuka kaca penutup.

“Nah, begini, Sayang” Ibu membersihkan kaca penutup lampu yang sudah sangat gelap.

“Kakak tau nggak, lampu togok itu menghasilkan jelaga berwarna hitam. Jelaganya dapat menempel dimana saja, seperti di dinding kaca penutup ini dan juga disini” Ibu menyentuh hidung putrinya, gemas.

“Oh jadi jegalanya ngurung cahaya lampu ya, Bu?” simpul sang gadis.

“Jelaga, sayang.” Ralat Ibu

“Nah, cahaya itu persis kayak ilmu lho, Kak. Sedangkan kaca ini, ibarat hati manusia yang akan menerima ilmu” Ibu mengelus rambut putrinya lembut.

“Ah, jadi kalo hatinya gelap, ilmu nya nggak  bisa keluar ya, Bu? Harus dibersihin dulu gitu ya hatinya” angguk sang gadis, seolah paham.

Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus (QS.Al-Maidah:15-16)

Advertisements
This entry was posted in Uti. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s