Category Archives: Uti

Setogok Lampu

by Putri Nur Azizah Berlatarkan rintik hujan dan remangnya senja, seorang gadis kecil dengan cakap meraih lampu mungil di atas meja. Sebelah tangannya kemudian menggapai korek api tepat di sebelahnya. Berhati-hati, gadis itu membuka kaca penutup lalu menyulut sumbu lampu … Continue reading

Posted in Uti | Leave a comment

If I Have a Time Machine

by Putri Nur Azizah Well everybody, i’m pretty sure you ever watched Doraemon even once, didn’t you? You must be familiar with the magic tool which being the title of this essay. Yep, that’s a time machine. Nobita has that … Continue reading

Posted in Uti | Leave a comment

Selamat Tinggal!

by Putri Nur Azizah Aku lupa bagaimana rasanya merindu. Terlalu lama hatiku jumpalitan tak menentu. Kadang seru, kadang biru. Beralasan sosok yang sama sedari dulu. Diam-diam hatiku tergerogoti semu. Terlalu lama, aku lupa merindu. Terlalu sering hatiku ditarik ulur. Berulang … Continue reading

Posted in Uti | Leave a comment

Tolong, Padamkan!

by Putri Nur Azizah Aku bukan pujangga seperti kebanyakan. Tulisanku berhenti tepat saat kau memilih pergi. Jika mereka pujangga lain semakin bertumbuh dengan diksi-diksi pilu, aku kosong tanpa satupun kata baru. Bagiku, kau adalah pengendali. Saat seorang pengendali memilih berhenti, … Continue reading

Posted in Uti | Leave a comment

Forget to Thank

by Putri Nur Azizah Going to a college is a thing you need to thanks to. First, thanks to Allah who has given a special opportunity to be in higher education level. Second, thanks to parents who have support you … Continue reading

Posted in Uti | Leave a comment

Suatu Perjanjian

by Putri Nur Azizah Laksana Fatimah yang mampu mempermainkan emosi dengan bijak, bersanding Ali yang dapat menyimpan rapat sajak-sajak, begitulah cinta halus tak terkuak. Ia tersembunyi, begitu rapi, begitu jeli, begitu sepi. Cukup desau angin yang kuceritakan kepada siapa rasa … Continue reading

Posted in Uti | Leave a comment